2023, Internet Dikhawatirkan Kolaps

Oleh Nadia Maharani on Kamis, 13 Agu 2015 | 11:58

Ilmuwan-ilmuwan Inggris belum lama ini mengingatkan bila ada kemungkinan internet akan kolaps pada tahun 2023. Hal itu disebabkan oleh tingginya beban yang ditanggung oleh serat optik yang menjadi “jalan raya” lalu lintas internet.

 

Para ilmuwan tersebut mengatakan kabel-kabel dan serat optik yang membawa data pada pengguna yang tengah berselancar di dunia maya akan mencapai batas maksimalnya. Mereka juga menyebutkan jika penggunaan internet pada saat itu akan menyedot seluruh pasokan tenaga Inggris.

Para ilmuwan menjelaskan jika peran kabel dan serat optik amat penting dalam mengantarkan data-data ke para pengguna internet. Merekalah yang bertanggungjawab dalam menyalurkan segala informasi yang diakses melalui media laptop, desktop PC, tablet hingga smartphone. Tingginya tingkat penggunaan internet akan berdampak pada beban yang harus ditanggung oleh kabel dan serat optik tersebut.

Perlu diketahui, serat optik memiliki ukuran yang amat kecil. Serat optik berwujud bentangan transparan yang tak lebih besar dari sehelai rambut manusia. Melalui serat-serat tersebut, informasi atau data akan diubah menjadi sinar lalu dikirim ke pengakses internet. Begitu sampai di tujuan, informasi yang sebelumnya berupa sinar itu diubah kembali menjadi ke bentuk awal. Dengan begitu, pengguna internet dapat mengakses informasi yang dicarinya di internet.

Baca juga: Aplikasi Pangea, Berselancar di Internet Tanpa Koneksi Data

Dikutip dari Daily Mail, sebuah pertemuan yang melibatkan para insinyur, ahli fisika serta perusahaan-perusahaan telekomunikasi digelar untuk membahas permasalahan yang diperkirakan akan terjadi pada delapan tahun mendatang tersebut.

Profesor Andrew Ellis dari Universitas Aston di Birmingham mengatakan bahwa saat ini telah mencapai suatu titik dimana para peneliti di laboratorium riset mengalami kesulitan dalam memasukkan data ke sebuah serat optik. Dalam delapan tahun lagi, memasukkan secuil datapun tak akan memungkinkan.

Menurutnya, kebutuhan dan permintaan akan akses internet terus meningkat. Itu sebabnya diperlukan sebuah ide radikal untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan akan akses internet tanpa membuat serat optik kelebihan beban.

Salah satu solusi yang dapat diambil adalah penambahan kabel oleh perusahaan penyedia jaringan internet meski hal itu berarti akan ada kenaikan biaya. Dengan begitu, ada kemungkinan para pengguna internet akan dikenakan biaya dua kali lebih besar. Permasalahan lain yang harus diatasi adalah kebutuhan pasokan tenaga yang kian membesar lantaran peningkatan penggunaan internet akan memakan daya lebih banyak.

 

Baca juga artikel

Daftar 10 Negara dengan Internet Tercepat, Indonesia?

Ini yang Terjadi Jika Sehari Tanpa Adanya Internet

Evercoss dan Opera Hadirkan Internet Gratis di Indonesia Saingi Internet.org

Artikel Lainnya

Komentar