Ternyata Proteksi Data User Aplikasi yang Satu ini Terburuk!

Oleh Nadia Maharani on Jumat, 03 Jul 2015 | 15:14

Baru-baru ini Electronic Frontier Foundation (EFF) yang merupakan organisasi nonprofit dan fokus terhadap hak-hak dan dunia digital mengeluarkan laporan yang mengejutkan terkait proteksi data user berbagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi.

 

Secara mengejutkan, organisasi tersebut menyebutkan bila Whatsapp adalah salah satu perusahaan yang tidak benar-benar melindungi data personal penggunanya. Tak hanya itu, AT&T juga menjadi perusahaan lain yang tidak menjaga data pelanggannya secara maksimal. Tujuan EFF meneliti hal tersebut adalah untuk memastikan transparansi perusahaan dalam melindungi data-data pengguna atau pelanggannya dari pemerintah. Seperti yang telah diketahui, banyak kasus yang terjadi dimana hak-hak konsumen atas perlindungan data pribadinya dilanggar.

                 Baca juga: Aplikasi Alarm Terbaik di iPhone dan iPad untuk Bangunkan Sahur

Setidaknya ada 24 perusahaan raksasa yang masuk ke dalam daftar penelitian EFF terkait privasi user. Terdapat beberapa pemain besar yang mendapat skor sempurna dalam hal proteksi data, yakni Sonic.net, Apple, Credo, Adobe, Dropbox, Wikimedia, Yahoo dan Wordpress. Terlepas dari kurangnya komitmen berbagai perusahaan itu dalam hal perlindungan data, EFF memiliki panduan dalam hal “pertahanan diri” dari pengawasan pihak ketiga mengingat teknologi modern memungkinkan kegiatan “mata-mata” dan pengambilan data dari pengguna secara diam-diam.

Salah satu media yang digunakan untuk berkomunikasi adalah smartphone. Sayangnya, menurut EFF, perangkat tersebut tidak dirancang untuk mendukung keamanan dan privasi data user. Hanya dengan smartphone, seseorang dapat melacak lokasi pengguna. Ada banyak cara untuk menyusup ke dalam smartphone, salah satunya dengan infeksi malware. Pengguna dapat tanpa sengaja menginstall aplikasi yang membawa malware, atau seseorang bisa menginfeksinya dengan cara memasukkannya secara diam-diam.

                Baca juga: Daftar Aplikasi Alarm di Android untuk membangunkan Sahur

Malware tersebut dapat membaca data pribadi yang tersimpan di dalam perangkat. Dengan cara itu, pesan teks dan foto pada smartphone dapat diakses tanpa sepengetahuan pemiliknya dengan mudahnya. Tak hanya itu malware bisa mengaktivasi sensor perangkat untuk mengetahui lokasi pengguna.

Ada cara untuk menghindari pengawasan tersebut yang dianggap efektif namun ternyata tidak. Mematikan smartphone terdengar sebagai ide bagus untuk mengatasi hal tersebut. Namun, ternyata ada jenis malware yang bisa menipu pengguna dimana perangkat terlihat mati padahal masih aktif. Itu sebabnya pengguna sebaiknya berhati-hati dalam menggunakan perangkatnya, termasuk membatasi penyimpanan data personal di dalamnya.

 

Baca juga artikel

3 Aplikasi Ramadan untuk Perangkat iPhone dan iPad

Tiap Minggu Google Play Store Gratiskan Aplikasi Berbayar

Beli Aplikasi di Google Play Sekarang Bisa Pakai Pulsa XL

Artikel Lainnya

Komentar