Baikal-T1, Prosesor Berkomsumsi Daya Rendah untuk Perangkat Tanpa Kipas

Oleh Alena Yulitta on Jumat, 29 Mei 2015 | 18:34

Saat ini kebutuhan prosesor komputer dunia tergantung pada beberapa produsen saja, seperti Intel dan AMD, sementara prosesor untuk gadget tergantung pada Qualcomm, Mediatek, Samsung, dan beberapa produsen chipset asal Taiwan. Oleh sebab itu ada beberapa negara yang berusaha membuat prosesor mereka sendiri, salah satunya adalah Rusia.

Baca juga5 Tips Sederhana Agar Tidak Ketergantungan Handphone

MSCT (Moscow Center for SPARC Technologies) adalah perusahaan Rusia yang melakukan riset pembuatan prosesor sendiri. Tujuanya adalah agar tidak tergantung pada AMD dan juga Intel dalam supply prosesor yang sangat penting bagi pengembangan teknologi perkomputeran di dalam negeri Rusia. Selain itu ada pula perusahaan yang bernama Baikal Electronic yang mempunyai fasilitas produksi semikonduktor yang mampu memproduksi System on Chip (SoC) untuk komputer di sektor perindustrian. Perusahaan ini menggandeng Imagination Technology dari Perancis dan mengembangkan sebuah prosesor yang diberinama Baikal-T1.

Prosesor yang mempunyai kelebihan utama konsumsi power yang rendah tersebut sangat cocok bagi perangkat yang tak mempunyai kipas untuk pendinginan. Baikal-T1 dikabarkan hanya membutuhkan power sebesar 5 Watt saja, sehingga pada saat bekerja, prosesor ini tak banyak menimbulkan panas yang harus didinginkan dengan kipas. Chipset prosesor generasi pertama buatan Rusia tersebut dibangun dengan menggunakan prosesor dual core MIPS P5600 CPU dengan teknologi 28nm.

Dalam satu chipset Baikal-T1 terdapat dual core prosesor 32-bit MIPS P5600 CPU dengan clockspeed 1,2GHz. Chipset ini telah mendulung L2 Cache 3MP dengan dukungan DDR3 dan PCIe 3.0. Selain itu chipset Baikal-T1 juga mendukung multiple High-Speed 1G/1G Ethernet, SATA 6G, dan juga USB. Namun Baikal-T1 generasi pertama ini belum bisa disandingkan dengan kualitas prosesor yang telah lama dijual dipasaran.

Baca jugaMuncul Di GFXBench, Samsung Galaxy A8 Berlayar 5,5 Inci Dipastikan Meluncur

Rencananya, chipset dual core buatan Rusia ini akan dipergunakan pada perangkat seperti wireles router, home gateways, dan juga untuk berbagai aplikasi perindustrian. Menurut pembuatnya, prosesor ini akan tetap terus dikembangkan sehingga suatu saat akan mampu bersaing dengan prosesor buatan Intel, AMD, Samsung, Qualcomm, MediaTek dan yang lain.

Baca juga artikel

5 Tips Sederhana Agar Tidak Ketergantungan Handphone

Asus Tunda Rilis Update Lollipop untuk Seri Zenfone 4,5, 6 dan Padfone Infinity (A86)

Ukur Tingkat Ketergantungan Pada Handphone Lewat Tes Ini. Waspadai Sindrom Nomophobia!

Artikel Lainnya

Komentar