Mengenal Lebih Jauh Jaringan Seluler di Tanah Air

Oleh Alena Yulitta on Selasa, 20 Jan 2015 | 15:56

Baru-baru ini tiga operator besar di Indonesia telah meluncurkan koneksi 4G LTE (Long Term Evolution). Layanan internet cepat ini pun sekarang sudah dapat dijalankan, tetapi terbatas pada wilayah-wilayah tertentu saja.

Masing-masing operator selular memiliki cangkupan area yang berbeda-beda dan Kami sudah membahasnya pada artikel terdahulu. Anda bisa melihatnya pada artikel terkait yang Kami lampirkan. 

Hanya saja bagi mereka yang awam, kadang masih sulit membedakan istilah-istilah seperti GPRS, EDGE, 2G, 2,5G, 3G dan lainnya. Bagi Anda yang masih bingung, Kami sudah merangkumnya dan menjabarkannya untuk Anda yang dikutip dari berbagai sumber. Berikut ulasannya.

Generasi 1G

Sejarah jaringan seluler dimulai dengan jaringan 1G yang diluncurkan tahun 1980 oleh AMPS bekerja sama dengan TACS dan NMT. Ini adalah sebuah jaringan sederhana yang hanya bisa untuk telepon yang masih sangat terbatas dengan ponsel generasi pertama.

Generasi 2G

Tahun 90an muncul jaringan seluler digital dengan suara lebih jernih, keamanan lebih terjaga dan kapasitas lebih besar. Generasi 2G ditandai dengan munculnya jaringan GSM dan CDMA. GSM lahir di Eropa lebih dulu daripada CDMA di Amerika yang mengandalkan D-AMPS dan Qualcomm CDMA.

2G memiliki kemampuan transfer data 14.4KBPS (setara kecepatan internet pada telepon kabel tahun 2000an) dengan fitur CSD serta sudah ada fitur pengiriman text (SMS). Terhubung internet dengan 2G jaman ini membuat Anda cepat miskin karena tagihan internet mahal, lelet dan dihitung per menit.

Generasi 2.5G

2.5G muncul sebagai solusi masyarakat yang mulai kecanduan internet dan mengecek email setiap hari. 2.5G biasa juga disebut sebagai GPRS (General Packet Radio Service). pada tahun 1997 jaringan ini muncul menggantikan 2G CSD yang boros.

Sejak saat itu, internet ‘Always On” (bukan slogan provider) diperkenalkan, karena Anda bisa mengakses internet dari mana saja dan kapan saja dengan kecepatan teoritis 100kbps. Namun kenyataannya, kecepatan yang paling tinggi tidak pernah melebihi 40kbps, namun 2.5G lebih irit karena dihitung per kilobyte dan bukan satuan waktu.

Generasi 3G

3G mulai muncul tahun 2001 yang dicikal bakali oleh UMTS pada jaringan GSM dan EVDO Rev 0 pada CDMA 2000. Kemunculan generasi 3G ini tak lantas membuat 2.5G alias GPRS mati, namun malah berkembang menjadi Edge yang juga merupakan satu paket dengan perkembangan jaringan 3G.

EDGE – Enhanced Data for Global Evolution, mempunyai kecepatan 3x GPRS yaitu sekitar 384kbps dengan fitur email, mms, dan browsing. Namun kecepatan ini masih kurang cepat jika dibandingkan dengan 3G murni.

UMTS – generasi ini adalah pengembangan EDGE atau disebut juga generasi ketiga (3G). UMTS menyediakan akses dengan kecepatan 480kbps dan fiturnya semakin lengkap karena sudah bisa untuk video streaming, video conference, dan video calling.

Generasi 3.5G

3.5G diwakili oleh HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) dengan kecepatan yang lebih baik dari 3G, namun secara teoritis kecepatanya sama dengan 3G karena memang berjalan di atas platform 3G. CDMA 2000 juga mengupgrade kualitas jaringan mereka dan menjadi EVDO rev A yang diklain 10x lebih cepat dari EVDO rev 0. UMTS juga diupgrade menjadi HSUPA. Inilah teknologi 3.5G.

Geneerasi 4G

Jaringan 4G baru saja diperkenalkan dan menawarkan kecepatan hingga 1Gbps. Di jaringan ini komunikasi data hampir tak terbatas bahkan Anda bisa mendownload film 1GB hanya dalam hitungan beberapa detik saja dan menikmati video di YouTube tanpa buffering. (Tedi)

Baca juga artikel:

Koneksi 4G LTE Hadir di Indonesia, Dimana Saja Spotnya?

Ulang Tahun Ke-47 Indosat Kasih Kado SUPER 4G-LTE Buat Pelanggan 

Nikmati Akses Internet 4G LTE XL Di 5 Lokasi Ini

Artikel Lainnya

Komentar