NASA Ubah Smartphone Jadi Satelit

Oleh Nadia Maharani on Rabu, 10 Des 2014 | 18:37

Pada tahun 1961 silam, Presiden AS, JF Kennedy, mengeluarkan suatu mandat yang memicu “balapan luar angkasa” dengan Uni Soviet kala itu. Mandat yang kelak akan mengirim astronot pertama ke bulan membuat NASA harus bekerja keras untuk merealisasikan perintah sang Presiden sesegera mungkin.

Puluhan tahun sejak kisah manusia pertama yang menginjakkan kaki ke bulan telah berlalu. Dana NASA pun dipangkas setelah perealisasian ambisi Presiden Kennedy. Kini NASA lebih memfokuskan diri pada pemanfaatan teknologi konsumen untuk berbagai proyek baru, seperti program satelit NASA terkini.

Saat ini, telah hadir PhoneSat yang merupakan satelit nano. PhoneSat ditenagai sistem operasi Android serta kamera pada mobile phone. Dengan kata lain, komponen-komponen yang digunakan untuk sebuah smartphone telah “disulap” NASA menjadi sebuah satelit yang merupakan salah satu program luar angkasa inovatif.

Berdasarkan Hukum Moore, jumlah transistor pada sebuah chip komputer bertambah setiap dua tahun. Seperti yang dilansir dari situs Intel, pertambahan transistor itu yang membuat prosesor makin kuat dan kecil.

Dengan prosesor yang kecil, sebuah komputer mampu merekam banyak data pada orbit bumi. PhoneSat merupakan produk satelit nano NASA yang pada dasarnya terdiri dari komponen yang membentuk sebuah smartphone berharga beberapa ratus Dollar.

Sebagai sebuah proyek dari Ames Research Center NASA, sejumlah satelit PhoneSat telah diluncurkan. Satelit pada proyek itu merupakan bagian dari model CubeSat yang, sesuai namanya, berbentuk kubus dengan diameter 10 sentimeter dan berbobot beberapa kilogram saja.

Konsep CubeSat itu sendiri direalisasikan dengan proyek Kickstarter yang berhasil menghimpun tiga kali dari permintaan dana awal, yakni $30.000. Zac Manchester sebagai mahasiswa aerospace engineering menjalankan proyek tersebut.

Untuk PhoneSat, para insinyur Ames Research Center membongkar komponen pada smartphone Android. Selanjutnya, komponen-komponen tersebut dirakit kembali dalam wadah berbentuk kubus.

Masyarakat bisa berpartisipasi dalam program NASA ini. PhoneSat bisa bekerja dengan bantuan masyarakat yang memiliki setup SDR dan ijin transmisi. Mereka bisa ikut merekam sinyal saat satelit bergerak melewati mereka mengingat PhoneSat berada di ketinggian yang masih tergolong rendah.

Dibanding satelit pada umumnya, masa hidup PhoneSat lebih pendek. Dalam beberapa minggu setelah diluncurkan ke luar angkasa, satelit itu akan kehabisan daya dan pada akhirnya terbakar di atmosfer. (Tedi)

Baca juga artikel:

Ragnarok: Path of Heroes, Nostalgia dengan MMORPG dari Line

Sulit, Bertransaksi dengan Apple Pay di McDonald’s  

Cara Asyik Ajari Anak Belajar Alfabet

Artikel Lainnya

Komentar