Kudeta Toyota, VW Rajai Pasar Otomotif Dunia

Oleh Adam Rizal updated Selasa, 03 Jan 2017 | 16:10

Pabrikan mobil asal Jerman, Volkswagen Group siap menggeser posisi Toyota sebagai pabrikan otomotif terbesar di dunia untuk pertama kalinya setelah Toyota menguasai hampir separuh dekade.

Dari Januari – November 2016, penjualan VW Group naik 3,1 persen menjadi 9.379.100 unit. Penjualan VW Group akan melewati 10 juta unit pada tahun 2016 ini untuk pertama kalinya.  Di Tiongkok, penjualan VW Group melonjak 11,6 persen menjadi 3.591.600 unit.

Penjualan Toyota Motor Corporation termasuk Daihatsu Motor dan Hino Motors meningkat 2,2 persen menjadi 873.000 unit pada November. Mobil minivan yang baru diluncurkan bulan lalu di Jepang, new Roomy dan Tank berkontribusi meningkatkan 5,5 persen penjualannya di sana.

Jatuhnya harga minyak memperlambat penjualan mobil Toyota di Amerika Serikat untuk model penumpangnya seperti Camry dan Prius juga melanda wilayah Timur Tengah serta beberapa tempat lain seperti dikutip Nikkei.

Namun secara global penjualan Toyota hanya naik 0,1 persen menjadi 9.219.000 unit selama 11 bulan. Melihat performa di Tiongkok, Toyota cukup mendapat hasil manis dengan pertumbuhan 10 persen menjadi 1,1 juta.

LCGC, Primadona di Indonesia

Kehadiran kendaraan roda empat dalam segmen terendah atau kelas Low Cost Green Car (LCGC) di tanah air mempunyai andil untuk mendongkrak penjualan. City car dan LCGC laku keras di pasaran sejak awal kemunculannya dalam beberapa tahun terakhir.

Pabrikan otomotif mulai berlomba-lomba menawarkan LCGC kepada masyarakat. Sesuai dengan kategorinya, LCGC pasti dibanderol dengan harga termurah oleh tiap produsen otomotif.

LCGC sudah berada di bawah payung hukum, yaitu Peraturan Pemerintah (Permen) Nomor 41 Tahun 2013, bersama-sama dengan low carbon emission, mobil listrik dan hybrid biodiesel. Keberadaan LCGC, secara spesifik diatur ke dalam Permenperin Nomor 33/ 2013.

Persyaratan merakit LCGC, di antaranya hemat energi, harga terjangkau, menggunakan tambahan merek Indonesia serta model dan logo yang mencerminkan Indonesia. Untuk mesin bensin LCGC maksimal berkekuatan 1200 cc, sedangkan solar atau diesel 1500 cc.

Jika sudah terpenuhi, tidak ada pajak yang akan dibebankan pemerintah kepada mobil LCGC. Sehingga, produsen dapat menjual dengan harga di bawah rata-rata, karena tak dikenakan pajak.

Penjualan LCGC selama tahun 2016 terbilang mengalami peningkatan. Padahal, saat ini baik penjualan kendaraan roda atau roda empat mengalami penurunan. Hal itu diketahui berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) di tahun 2016.

Tercatat, sepanjang tahun 2016 angka penjualan mobil LCGC naik ketimbang tahun lalu, sebesar 127 persen. Gaikindo menghitung, sejak awal tahun sampai November 2016, mobil LCGC terjual sedikitnya 233,561 unit. Sedangkan 2015 berhenti di 201,850 unit.

Sesuai segmen, pihak produsen membanderol LCGC saat ini tidak lebih dari Rp140 juta. Bahkan, untuk harga terendah dapat ditemukan LCGC Rp80 juta seperti dikutip CNN Indonesia.

Baca juga artikel:
Volkswagen Golf GTI Clubsport Edition 40 Hanya Ada 1,000 Unit di Dunia
Kalahkan Mercy dan Toyota, Honda Paling Dicari di Google
Toyota C-HR Versi TRD Makin "Ganteng Maksimal" di Jepang, Indonesia?

Artikel Lainnya

Komentar