4 Drone Multirotor Terbaik Untuk Video, Mapping dan Aerial Fotografi

4 Drone Multirotor Terbaik Untuk Video, Mapping dan Aerial Fotografi

Oleh Ardiansyah Hana on Rabu, 06 Apr 2016 | 18:51

Drone multirotor merupakan tren baru di dunia drone, memiliki teknologi yang memungkinkan para fotografer dapat menangkap gambar dari udara dengan hasil menakjubkan.

Drone multirotor sendiri menggunakan motor lebih dari satu, tujuannya agar dapat mengangkat beban lebih berat, lebih mudah dikendalikan serta dapat digunakan untuk bebagai model pengambilan gambar, misalnya video, mapping dan aerial fotografi.

Dilansir Digital Camera World, di pasaran saat ini terdapat 4 drone multirotor terbaik. Apa saja itu?

3DR Solo

3DR Solo

3DR Solo merupakan salah satu drone multirotor yang hadir dengan desain yang ramping, sehingga fit untuk dipakai mengambil gambar, tidak sekedar menjadi alat untuk menunjang kebutuhan penyuka radio kontrol saja.

Di dalamnya, kamu akan menemukan fitur auto-flight, termasuk Cable Cam, Orbit dan Follow Me, yang dapat diatur secara langsung melalui aplikasi pendamping 3DR Solo. Dengan aplikasi tersebut, tentu saja kamu hanya tinggal menangkap gambar tanpa perlu menjalankan drone secara manual.

Lebih jauh, 3DR Solo juga disertai dengan gimbal atau kamera di dalam paket pembelian, yang dirancang juga untuk menahan GoPro Hero 4, diproduksi oleh 3D Robotika. Jika menggunakan Hero 4, maka ia dapat merekam video 4K di 30 fps dan 1080p di 120 fps jika menggunakan Hero 4.

Selain dapat terintegrasi dengan GoPro, 3DR Solo pun dapat dihubungkan dengan smartphone berbasis Android dan iOS untuk keperluan pengoperasian. Drone ini dijual seharga $1.399 termasuk gimbal atau setara Rp 18 jutaan.

DJI Phantom 3 Professional

DJI Phantom 3 Professional

DJI merupakan kompetitor kuat di pasar drone, memiliki portfolio yang menarik untuk produk drone multirotor. Hal ini dilihat dari seri Phantom 3 Professional yang memiliki penyempurnaan desain, mengusung model profesional untuk menangkan rekaman melalui udara dan still foto.

Di dalam DJI Phantom 3 Professional terdapat kamera dengan sensor Sony Exmor 1/2.3-inch, mampu menangkap gambar melalui lensa 94 derajat atau 20mm (35mm). Kemampuan videonya mencakup 4K dengan 24 fps PAL dan 1080p di 60 fps.

Selain mampu menangkap gambar dengan kualitas detail, DJI pun memudahkan pengguna berkat adanya aplikasi DJI Go yang diperuntukkan bagi pengguna Android dan iOS. Dengan begitu, kamu dapat mengontrol drone dengan cepat dan mudah.

Tak hanya itu, ada pula fitur auto-flight, meliputi kemampuan Follow Me, Point of Interest dan GPS waypoint. Mengenai harga, drone multirotor ini dibandrol $1,163 atau sekitar Rp 15 jutaan.

Baca juga Adu Balap Drone Pertama “World Drone Prix” Akan Diadakan di Dubai

Parrot Bebop 2 with Skycontroller

Parrot Bebop 2 with Skycontroller

Ketiga adalah Parrot Bebop 2 with Skycontroller, yang hadir dengan desain paling ringan diantaranya dua produk drone sebelumnya, memiliki bobot sebesar 500 gram saja.

Kendati drone multirotor ini ringan, namun skycontroller yang ada memiliki bobot yang lebih berat, hampir dua kali lipat ketimbang kontroler yang ada pada drone multirotor lainnya.

Adanya Skycontroller, maka pengguna dapat mengoperasikan Bebop dengan mudah, diperluas melalui jaringan Wi-Fi hingga 2 kilometer. Ketika dipakai dalam kondisi cuaca buruk, perangkat ini pun dapat dialihkan ke lokasi terbaik berkat penggunaan GPS.

Sangat disayangkan, Bebop 2 tidak dapat dihubungkan dengan gimbal atau kamera eksternal. Ia hanya dilengkapi sensor dengan aperture F/2.3 dan hanya dapat merekam video beresolusi Full HD di 30 fps saja.

Mengenai kualitas gambar dan video, Bebop 2 tidak dapat disandingkan dengan dua perangkat sebelumnya. Akan tetapi, ia menghadirkan kenyamanan penggunaan berkat adanya 3-axis dan kemampuan untuk memiringkan kamera dari controller atau aplikasi pendukung.

Untuk kamu yang pemula, Bebop 2 sangat pas untuk dipilih, terlebih ia dilengkapi dengan aplikasi pendukung gratis bernama Freeflight 3 yang disertai fitur auto-flight melalui GPS waypoints. Soal harga, drone satu ini dibandrol $799 atau setara Rp 10 jutaan.

Yuneec Typhoon Q500 4K

Yuneec Typhoon Q500 4K

Terakhir adalah Yuneec Typhoon Q500 4K, merupakan drone multirotor dengan performa terbaik, dirancang dan diproduksi berkat jalinan kerjasama antara Yuneec dengan Manfrotto.

Hadir dengan desain ramping menyerupai pesawat ruang angkasa, ia pun dilengkapi dengan dua buah baterai, handset, layar live view, gimbal, kamera, serta tambahan gimbal untuk dipakai di darat.

Mempunyai fitur auto-flight seperti auto take-off, auto landing, Watch Me dan Follow Me, ia pun dapat menunjang kebutuhan para videografer berkat adanya kemampuan slow mode.Mengenai kualitas, kamera pada drone ini memiliki sensor 1 / 2.3 inch dengan lensa 115 derajat atau setara 14mm, dapat merekam video dengan resolusi maksimal 4K di 30 fps.

Mengusung kemampuan yang baik untuk menunjang para profesional, drone multirotor ini dijual dengan harga $1,299 atau setara dengan Rp 17 jutaan.

Nah, untuk kamu yang sedang mencari drone multirotor dengan kemampuan terbaik, baik dari sektor teknologi dan pengambilan gambar, keempat produk diatas kami rekomendasikan.

Perlu diingat, dalam memilih drone kamu harus mengetahui kebijakan dari Otoritas Penerbangan Sipil, misalnya drone yang terbang harus memiliki bobot dibawah 20 kilogram, sehingga pemilihan kamera built-in atau gimbal harus dipikirkan kembali.

 
Baca juga artikel
AXIS Vidius, Drone Terkecil dengan Kamera Resmi Dipasarkan
Drone Bersenjata Pertama Akan Digunakan Kepolisian AS
DRONE Attack! L337 Gaming Z97I-DRONE Diluncurkan

 

Artikel Lainnya

Komentar

PomadeMan 07 April 2016 - 10:11
harganya 10-20 jutaan :'( btw itu udah sama GoPronya atau drone nya aja ya?